Selasa, 29 November 2016

NLP For Business

IDE MEMANFAATKAN NLP
UNTUK MEMBANGUN BISNIS





Apakah Anda punya bisnis, atau Anda masih kerja di kantor, maka artikel ini untuk Anda.

Salah satu fenomena penting dari bisnis modern adalah kebutuhan akan adanya langkah cepat dan mempercepat perubahan. Saat ini, perubahan terjadi tidak hanya dalam ekonomi global, tetapi juga dalam persoalan kompleksitas unsur manusia dalam aktivitas di perusahaan.

Saat ini, jauh lebih rumit dari yang sebelumnya, pimpinan dan pemilik bisnis perlu menemukan cara-cara menghadapi perubahan, meningkatkan kinerja pribadi dan kreativitas, mengelola orang yang makin terkoneksi global melalui social-media, nilai-nilaihidup yang terus berubah dan lain-lainnya.

Puji Tuhan, kita beruntung bertemu dengan disiplin NLP, yang dapat membantu Anda, para pemilik usaha, pimpinan, ataupun manajer dalam mengelola diri Anda sendiri maupun karyawan untuk sukses bersama-sama.

NLP DALAM BISNIS
Saat Anda belajar NLP, maka Anda akan  mempelajari bagaimana otak bekerja, bagaimana orang berpikir, merasa, belajar dan memotivasi diri.  NLP juga memungkinkan kita jadi mengerti bagaimana orang berinteraksi dengan orang lain, membuat pilihan dan mencapai tujuan melalui motivasi internal mereka

Sejak kemunculannya di tahun 1970-an hingga saat ini, NLP telah diterima dalam dunia bisnis. Berikut ini beberapa gambaran bagaimana dunia bisnis memanfaatkan NLP:

  • Internal communication, melalui ilmu-ilmu komunikasi dan cara klarifikasi kekaburan komunikasi agar menjadi presisi, antara lain teknik Meta Model dan framing.
  • Peningkatan motivasi, melalui ilmu Meta Program.
  • Kemampuan berbicara di depan umum, melalui ilmu pengendalian kondisi pikiran agar tetap percaya diri (dengan anchoring), dan teknik-teknik komunikasi persuasif yang disebut dengan Milton Model.
  • Teknik pengambilan keputusan dengan kemampuan melakukan proses yang disebut omni directional chunking.
  • Perumusan goal dan strategi yang efektif dengan teknik yang disebut sebagai Wellformed Outcome.
  • dan ribuan manfaat lainnya.
Saya ingin memberikan contoh dalam point pertama di atas: ilmu-ilmu komunikasi dan cara klarifikasi kekaburan komunikasi agar menjadi presisi, antara lain teknik Meta Model dan framing.

Seperti Anda ketahui, komunikasi sedemikian penting untuk suatu bisnis, dan kekaburan / ambiguity dalam komuniksai merupakan sumber masalah besar.

Tidak semua orang mampu mengenali komunikasi tidak presisi atau yang dikenal sebagai lazy language alias bahasa malas. Yakni kebiasaan berbahasa yang tidak presisi, kebiasaan menanggalkan serta meninggalkan akurasi informasi. Efeknya adalah kesalahpahaman, sehingga keputusan bisnis berpotensi menjadi keliru. Bayangkan saja kerugian yang ditanggung akibat salah pengambilan keputusan.

Teknik klarifikasi ini dikenal dengan nama Meta Model, dan sekarang sudah disederhanakan untuk memudahkan dipakai di dunia bisnis. Kini dikenal dengan istilah Precision Model, merupakan versi 'light' dari Meta Model yang didisain agar lebih mudah dimanfaatkan di dunia bisnis.

Saya akan berikan 1 contoh yang menarik.

Apakah Anda sering mendengar anak buah Anda mengatakan kata "Ini sulit!", atau "Ini tidak mungkin?", atau "Mustahil ini bisa dilakukan?"

Well,
Biasanya, atasan mendengar kata itu langsung terpengaruh tanpa melakukan proses klarifikasi apapun. Kalaupun ingin melakukan klarifikasi, ternyata tidak tahu musti bertanya apa, agar mendapatkan jawaban yang presisi.

Ingat peribahasa iin: "Question Are The Answer," alias, pertanyaan Anda adalah akan menentukan jawaban yang Anda peroleh.

Nah, dalam Precision Model, jika Anda menghadapi kalimat-kalimat seperti di atas, maka tanyakan pertanyaan ini:
  • "Tidak sulit / tidak mungkin / mustahil dalam perspektif siapa?"
  • "Apakah semua orang menyatakan demikian?"
  • "Apa yang menghalangi kamu untuk melakukannya?"
Kemudian apapun jawabannya, tanyakan lagi pertanyaan ini:
  • "Jadi apa yang perlu dilakukan agar itu menjadi mungkin, menjadi mudah menjadi bisa dilakukan?"
atau pertanyaan ini :
  • "Jika seandainya ternyata hal itu 'mungkin dilakukan' , maka apa yang harus kita lakukan?"

Nah,
Pertanyaan-pertanyaan di atas, adalah pertanyaan yang transformatif dan menghasilkan breakthough yang riil dan cepat. memungkinkan suatu bisnis tetap bertumbuh dan tidak dihambat oleh pemikiran yang pesimistik.
disadur dari :
NLP4Life, Ronny F. Ronodirdjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar