IDE MEMANFAATKAN NLP
UNTUK MEMBANGUN BISNIS
Sejak kemunculannya di tahun 1970-an hingga saat ini, NLP telah diterima dalam dunia bisnis. Berikut ini beberapa gambaran bagaimana dunia bisnis memanfaatkan NLP:
UNTUK MEMBANGUN BISNIS
Apakah Anda punya bisnis, atau Anda masih kerja di kantor, maka artikel ini untuk Anda.
Salah satu fenomena penting dari bisnis modern adalah kebutuhan akan adanya langkah cepat dan mempercepat perubahan.
Saat ini, perubahan terjadi tidak hanya dalam ekonomi global, tetapi
juga dalam persoalan kompleksitas unsur manusia dalam aktivitas di
perusahaan.
Saat ini, jauh lebih rumit dari yang sebelumnya, pimpinan dan pemilik bisnis perlu menemukan cara-cara menghadapi perubahan, meningkatkan kinerja pribadi dan kreativitas, mengelola orang yang makin terkoneksi global melalui social-media, nilai-nilaihidup yang terus berubah dan lain-lainnya.
Puji Tuhan, kita beruntung bertemu dengan disiplin NLP, yang dapat membantu Anda, para pemilik usaha, pimpinan, ataupun manajer dalam mengelola diri Anda sendiri maupun karyawan untuk sukses bersama-sama.
NLP DALAM BISNIS
Saat Anda belajar NLP, maka Anda akan mempelajari bagaimana otak bekerja, bagaimana orang berpikir, merasa, belajar dan memotivasi diri. NLP juga memungkinkan kita jadi mengerti bagaimana orang berinteraksi dengan orang lain, membuat pilihan dan mencapai tujuan melalui motivasi internal mereka. .
Saat ini, jauh lebih rumit dari yang sebelumnya, pimpinan dan pemilik bisnis perlu menemukan cara-cara menghadapi perubahan, meningkatkan kinerja pribadi dan kreativitas, mengelola orang yang makin terkoneksi global melalui social-media, nilai-nilaihidup yang terus berubah dan lain-lainnya.
Puji Tuhan, kita beruntung bertemu dengan disiplin NLP, yang dapat membantu Anda, para pemilik usaha, pimpinan, ataupun manajer dalam mengelola diri Anda sendiri maupun karyawan untuk sukses bersama-sama.
NLP DALAM BISNIS
Saat Anda belajar NLP, maka Anda akan mempelajari bagaimana otak bekerja, bagaimana orang berpikir, merasa, belajar dan memotivasi diri. NLP juga memungkinkan kita jadi mengerti bagaimana orang berinteraksi dengan orang lain, membuat pilihan dan mencapai tujuan melalui motivasi internal mereka. .
Sejak kemunculannya di tahun 1970-an hingga saat ini, NLP telah diterima dalam dunia bisnis. Berikut ini beberapa gambaran bagaimana dunia bisnis memanfaatkan NLP:
- Internal communication, melalui ilmu-ilmu komunikasi dan cara klarifikasi kekaburan komunikasi agar menjadi presisi, antara lain teknik Meta Model dan framing.
- Peningkatan motivasi, melalui ilmu Meta Program.
- Kemampuan berbicara di depan umum, melalui ilmu pengendalian kondisi pikiran agar tetap percaya diri (dengan anchoring), dan teknik-teknik komunikasi persuasif yang disebut dengan Milton Model.
- Teknik pengambilan keputusan dengan kemampuan melakukan proses yang disebut omni directional chunking.
- Perumusan goal dan strategi yang efektif dengan teknik yang disebut sebagai Wellformed Outcome.
- dan ribuan manfaat lainnya.
Saya ingin memberikan contoh dalam point pertama di atas: ilmu-ilmu komunikasi dan cara klarifikasi kekaburan komunikasi agar menjadi presisi, antara lain teknik Meta Model dan framing.
Seperti
Anda ketahui, komunikasi sedemikian penting untuk suatu bisnis, dan
kekaburan / ambiguity dalam komuniksai merupakan sumber masalah besar.
Tidak
semua orang mampu mengenali komunikasi tidak presisi atau yang dikenal
sebagai lazy language alias bahasa malas. Yakni kebiasaan berbahasa yang
tidak presisi, kebiasaan menanggalkan serta meninggalkan akurasi
informasi. Efeknya adalah kesalahpahaman, sehingga keputusan bisnis
berpotensi menjadi keliru. Bayangkan saja kerugian yang ditanggung
akibat salah pengambilan keputusan.
Teknik
klarifikasi ini dikenal dengan nama Meta Model, dan sekarang sudah
disederhanakan untuk memudahkan dipakai di dunia bisnis. Kini dikenal
dengan istilah Precision Model, merupakan versi 'light' dari Meta Model yang didisain agar lebih mudah dimanfaatkan di dunia bisnis.
Saya akan berikan 1 contoh yang menarik.
Apakah Anda sering mendengar anak buah Anda mengatakan kata "Ini sulit!", atau "Ini tidak mungkin?", atau "Mustahil ini bisa dilakukan?"
Well,
Biasanya,
atasan mendengar kata itu langsung terpengaruh tanpa melakukan proses
klarifikasi apapun. Kalaupun ingin melakukan klarifikasi, ternyata tidak
tahu musti bertanya apa, agar mendapatkan jawaban yang presisi.
Ingat peribahasa iin: "Question Are The Answer," alias, pertanyaan Anda adalah akan menentukan jawaban yang Anda peroleh.
Nah, dalam Precision Model, jika Anda menghadapi kalimat-kalimat seperti di atas, maka tanyakan pertanyaan ini:
- "Tidak sulit / tidak mungkin / mustahil dalam perspektif siapa?"
- "Apakah semua orang menyatakan demikian?"
- "Apa yang menghalangi kamu untuk melakukannya?"
Kemudian apapun jawabannya, tanyakan lagi pertanyaan ini:
- "Jadi apa yang perlu dilakukan agar itu menjadi mungkin, menjadi mudah menjadi bisa dilakukan?"
- "Jika seandainya ternyata hal itu 'mungkin dilakukan' , maka apa yang harus kita lakukan?"
Nah,
Pertanyaan-pertanyaan
di atas, adalah pertanyaan yang transformatif dan menghasilkan
breakthough yang riil dan cepat. memungkinkan suatu bisnis tetap
bertumbuh dan tidak dihambat oleh pemikiran yang pesimistik.
disadur dari :
NLP4Life, Ronny F. Ronodirdjo

